Seorang pemilik rumah dengan cermat merencanakan renovasi kamar mandi di rumah tahun 1850-an, memperlakukan proyek tersebut sebagai eksperimen desain pribadi daripada kebutuhan praktis. Renovasi ini mengutamakan estetika daripada kecepatan, dengan pertimbangan mendetail diberikan pada pilihan ubin unik yang melengkapi pintu kaca patri khusus dan tata letak yang terinspirasi gaya Victoria.
Konsep Desain: Kloset Air dan Finishing Khusus
Kamar mandinya akan menampilkan “lemari air” terpisah yang mengingatkan pada kakus yang dicat, masing-masing dengan pintu kaca patri antik. Satu lemari akan berisi urinoir, sementara yang lain akan berisi toilet standar—detail yang dimaksudkan untuk menarik perhatian pria yang dikenal sebagai kenalan pria pemilik rumah. Area pancuran utama akan tertutup (42×48 inci) karena langit-langit miring, dan akan dilengkapi bak mandi khusus. Fokusnya adalah pada ubin di dalam ruang mandi, dengan tiga opsi berbeda yang sedang dipertimbangkan.
Opsi 1: Mereproduksi Ubin Relief Antik
Pemilik rumah terpikat oleh ubin antik Kensington yang dibeli dari Aurora Mills. Untuk mereplikasi ubin ini, rencananya melibatkan kolaborasi dengan Pratt + Larson di Portland untuk membuat cetakan dan glasir untuk reproduksi. Ubin dapat digunakan sebagai garis aksen atau untuk menutupi keseluruhan pancuran. Desainnya akan mengambil inspirasi dari pola relief Victoria, secara halus mencocokkan skema warna sambil mempertahankan efek kaca tidak rata yang ditemukan pada inspirasi aslinya. Pendekatan ini selaras dengan detail arsitektur yang ada pada rumah, seperti perapian vintage yang menampilkan motif relief serupa.
Opsi 2: Mural Ubin yang Dicat
Terinspirasi oleh backsplash dapur mural Jessica Helgerson, pemilik rumah memikirkan mural ubin yang dilukis dengan tangan. Ini membutuhkan proses rumit yang melibatkan ubin bisque, pembakaran berkali-kali, dan pengecatan yang cermat. Motif potensial mencakup kesenian rakyat Skandinavia, desain Deco Victoria, atau pola buatan tangan organik. Tantangannya terletak pada mengeksekusi mural dengan tingkat detail dan presisi yang sama seperti karya Helgerson, sekaligus memastikan mural tersebut melengkapi estetika keseluruhan.
Opsi 3: Pola Unik Dengan Ubin Siap Pakai Berwarna-warni
Opsi ketiga melibatkan pembuatan pola unik menggunakan ubin siap pakai dari perusahaan seperti Fireclay, Pratt + Larson, atau Tempest Tile. Pendekatan ini akan memprioritaskan penataan yang acak dan asimetris untuk menghindari persaingan dengan pintu kaca berwarna. Namun, keberhasilan opsi ini bergantung pada memastikan ketebalan dan tepian ubin yang konsisten, yang mungkin memerlukan sumber dari satu produsen untuk menjaga keseragaman.
Pemilik rumah saat ini menyukai satu opsi tetapi mencari masukan dari opsi lain untuk menyelesaikan desain. Proyek ini memanfaatkan alat moodboarding bertenaga AI seperti Spoak untuk ketinggian dan denah lantai, sehingga meningkatkan proses kreatif.
