Додому Berita dan Artikel Terbaru Tren Ruang Tamu yang Menurun: Apa Kata Desainer Akan Keluar pada tahun...

Tren Ruang Tamu yang Menurun: Apa Kata Desainer Akan Keluar pada tahun 2026

Kecepatan desain interior yang cepat membuat tampilan yang “harus dimiliki” saat ini sering kali menjadi tampilan kuno di masa depan. Para desainer sudah mengidentifikasi tren furnitur yang kemungkinan tidak lagi disukai pada tahun 2026, didorong oleh pergeseran kenyamanan, kepraktisan, dan preferensi estetika. Inilah yang harus dihindari jika Anda menginginkan ruang tamu yang terasa kekinian di tahun-tahun mendatang.

Mundur Dari Minimalisme

Estetika yang tegas dan ultra-minimalis mulai kehilangan pengaruhnya. Desainer seperti Ashley Gallion dari Ashley Ayer Interiors mencatat meningkatnya keinginan akan ruang yang terasa dihuni daripada steril. Tren ke arah kehangatan dan nostalgia berarti orang memilih furnitur dengan lebih banyak detail, tekstur, dan bahkan sedikit kemewahan.

Tujuannya tidak harus maksimal, tapi menghindari perasaan duduk di ruang tunggu bandara.

Perampingan Bagian

Bagian yang terlalu besar, yang pernah menjadi pusat perhatian di banyak ruang keluarga, tidak lagi disukai. Gallion menunjukkan bahwa potongan besar ini dapat membuat ruangan terasa datar dan impersonal. Solusinya bukan dengan mengorbankan tempat duduk, namun menciptakan zona percakapan dengan beberapa bagian yang ditata dengan lebih cermat – dua sofa saling berhadapan, atau sekelompok kursi beraksen nyaman.

Akhir dari Interior Serba Putih

Furnitur serba putih mungkin terlihat murni di foto, tetapi terbukti tidak praktis untuk kehidupan nyata. Pemeliharaan yang terus-menerus dan perasaan steril membuat orang tidak tertarik. Sebaliknya, ruang yang lebih hangat dan berlapis dengan material campuran dan tekstur yang bervariasi justru mendapatkan daya tarik. Pergeseran ini mengakui bahwa kehidupan nyata melibatkan keausan, dan mencakup estetika yang lebih santai.

Beyond Scallop: Tren Kelelahan

Tepi bergerigi, yang dulu merupakan detail aneh, telah mencapai “tren kelelahan”. Meskipun tampilannya belum tentu buruk, tampilannya sudah terlalu sering digunakan. Desainer menyarankan untuk mengeksplorasi alternatif vintage seperti kursi Victoria dengan detail saluran untuk pesona serupa tanpa nuansa kuno.

Menurunnya Aksen Tebu

Detail tongkat, elemen lain yang pernah populer, juga menghadapi kritik serupa. Penggunaannya yang berlebihan telah melemahkan dampaknya. Sarannya di sini adalah mencari karya abad pertengahan asli dengan detail kayu yang ramping.

Kursi Rotan: Gaya Dibanding Kenyamanan

Kursi rotan, meski menarik secara visual, seringkali mengorbankan kenyamanan demi estetika. Libby Baker Speight dari Baker Design Co. menekankan pada prioritas tempat duduk yang benar-benar ingin digunakan orang. Rotan masih bisa berfungsi sebagai aksen, tetapi hindari mengandalkan rotan sebagai tempat duduk utama.

“Sebagai seorang desainer, saya pribadi menghindari tren ruang tamu yang tidak nyaman,” kata Speight.

Serangan Balik Bouclé

Pelapis Bouclé, kain bertekstur nubby yang sangat populer, kini dianggap tidak praktis dan berlebihan. Membersihkan bisa jadi sulit, dan trennya sudah berjalan dengan sendirinya. Beludru atau linen menawarkan tekstur serupa tanpa sakit kepala perawatan.

Menolak Keseragaman Pasar Massal

Terakhir, hindari memenuhi ruang tamu Anda dengan furnitur langsung dari katalog pengecer. Speight merekomendasikan untuk mencari karya unik yang menonjol daripada menyatu dengan yang lain. Individualitas dan karakter menggantikan desain cookie-cutter.

Kesimpulan: Masa depan desain ruang tamu condong ke arah kenyamanan, kepraktisan, dan ekspresi pribadi. Dengan menghindari tren penurunan ini, Anda dapat menciptakan ruangan yang terasa gaya dan menarik untuk tahun-tahun mendatang.

Exit mobile version