Dapur adalah titik fokus di setiap rumah, dan lemari memainkan peran besar dalam estetikanya. Dengan popularitas lemari kayu ek yang berfluktuasi selama bertahun-tahun, kami bertanya kepada tiga pakar desain interior apakah mereka kembali bergaya. Jawaban mereka: ya, tetapi dengan nuansa.
Kebangkitan Pohon Ek
Oak tidak hanya kembali populer; itu mempertahankan kehadiran yang stabil karena kualitas yang melekat di dalamnya. Seperti yang dijelaskan oleh desainer interior Jacqueline Goncalves, “Ok menawarkan kehangatan, tekstur, dan umur panjang, yang selaras dengan pergerakan yang lebih luas menuju dapur yang abadi dan layak huni.” Tren ini didukung oleh data: Laporan Tren Dapur 2026 dari National Kitchen & Bath Association memproyeksikan kayu ek putih sebagai kayu kabinet paling populer selama tiga tahun ke depan, dengan 51% desainer sudah menyukainya.
Pergeseran ini juga mencerminkan keinginan akan keaslian. Desainer Lindsay Olson mencatat bahwa kayu ek “tidak pernah benar-benar keluar “, tetapi penurunannya di masa lalu dikaitkan dengan gaya pintu yang ketinggalan jaman. Kini, pemilik rumah menemukan kembali manfaatnya, dengan 81% desainer mengamati peningkatan warna kabinet yang lebih hangat dan kaya.
Menata Kayu Oak untuk Tampilan Modern
Untuk memaksimalkan daya tarik kayu ek, para ahli menyarankan beberapa pendekatan utama:
- Rangkul Kesederhanaan: Biarkan keindahan alami kayu bersinar dengan memadukannya dengan meja batu yang diasah, perangkat keras tua, dan desain minimalis.
- Kontras Lapisan: Ubin tebal, logam, aksen vintage, dan warna ekspresif dapat melengkapi kayu ek tanpa membuatnya terlalu mencolok.
- Tingkatkan Secara Strategis: Jika lemari Anda terasa kuno, pertimbangkan untuk memoles ulang atau mengganti perangkat keras daripada langsung mengecat.
Kapan Melukis (dan Kapan Tidak)
Mengecat lemari kayu ek adalah salah satu pilihan, namun para desainer sangat menganjurkan untuk mencari alternatif terlebih dahulu. Pemutihan, pemolesan ulang, waxing, atau peminyakan dapat merevitalisasi kayu tanpa kehilangan karakternya. Desainer Andrea Lackie memperingatkan bahwa pengecatan harus menjadi pilihan terakhir: “Jika lemari terasa seperti mendikte ruangan alih-alih menopangnya, biasanya itulah pertandanya.”
Warna Terbaik untuk Melukis Kayu Ek (Jika Harus)
Jika pengecatan diperlukan, para ahli merekomendasikan untuk tetap menggunakan warna-warna hangat yang melengkapi kayu:
- Putih Lembut: Memberikan kecerahan tanpa berbenturan dengan kehangatan pohon ek. Pilihan yang populer adalah memasangkan pulau kayu ek alami dengan lemari perimeter putih.
- Warm Greige: “Jamur, dempul, warna kelabu tua, atau warna greige hangat jauh lebih mudah memaafkan dibandingkan warna putih pucat,” kata Olson.
- Apa Adanya dengan Minyak atau Lilin: Solusi paling sederhana: menyempurnakan butiran alami kayu dengan hasil akhir yang jernih. “Saat kayu ek diberi lapisan lilin atau minyak, kayu ek akan terasa lebih tinggi, tidak ketinggalan jaman,” tambah Goncalves.
- Olive atau Coklat Tua: Nuansa tanah menghiasi dapur dan menciptakan kesan tegas. Hindari warna abu-abu dingin, yang dapat bertentangan dengan kehangatan kayu.
- Biru Lembut atau Hijau: Warna biru atau hijau yang kalem dapat memberikan kesegaran halus namun tetap menghormati warna alami kayu ek.
Pada akhirnya, lemari kayu ek tidak hanya kembali bergaya tetapi juga mewakili tren yang berkembang menuju dapur abadi yang mengutamakan keaslian dan kehangatan. Apakah Anda memilih untuk menggunakan kayu alami atau memilih lapisan cat baru, kuncinya adalah menciptakan ruang kohesif yang mencerminkan gaya pribadi Anda.
