Menciptakan taman yang indah tidak harus mengeluarkan banyak uang, termasuk jalan setapak. Membangun jalur taman sendiri adalah salah satu cara paling hemat biaya untuk menyempurnakan ruang luar Anda, menawarkan kepraktisan dan daya tarik estetika. Panduan ini menyajikan 13 desain terjangkau, mulai dari jalan setapak berkerikil sederhana hingga penataan batu loncatan yang lebih rumit, semuanya dapat dicapai di akhir pekan.
Mengapa Jalur Taman DIY?
Biaya lansekap dapat bertambah dengan cepat. Namun, jalur taman merupakan pengecualian. Dengan pilihan material yang cerdas dan upaya dasar, Anda dapat menciptakan jalur yang fungsional dan menarik tanpa mempekerjakan profesional. Hal ini sangat menarik bagi pemilik rumah yang menyukai proyek langsung dan ingin memaksimalkan ruang luar ruangan mereka dengan anggaran terbatas.
Pilihan Paling Terjangkau
Bahan jalur taman termurah adalah kerikil seperti kerikil kacang, yang mudah dipasang dan hanya memerlukan sedikit persiapan. Pilihan lain yang ramah anggaran adalah batu loncatan, yang dapat diletakkan langsung di atas tanah (meskipun hal ini mungkin akan mengakibatkan pengendapan seiring berjalannya waktu). Mulsa juga merupakan pilihan yang tepat, meskipun perlu disegarkan lebih sering dibandingkan batu atau kerikil.
Panduan Langkah demi Langkah untuk Membangun Jalur Sederhana
- Rencanakan Tata Letak Anda: Tentukan jalan utama dan jalur penghubung antar hamparan taman. Pertimbangkan apakah Anda menginginkan jalur yang lurus dan formal atau jalur yang berliku dan alami.
- Persiapkan Tanah: Bersihkan puing-puing dan ratakan tanah. Gali parit sedalam sekitar 6 inci untuk stabilitas dan drainase yang lebih baik.
- Tambahkan Lapisan Drainase: Letakkan kerikil atau batu lepas, diikuti dengan kain lanskap untuk mencegah gulma dan meningkatkan drainase.
- Selesaikan dengan Bahan Permukaan: Pilih bahan akhir Anda—kerikil, batu loncatan, atau mulsa—dan susun dengan rapi.
Lebih Banyak Inspirasi: 13 Desain Jalur Taman DIY
- Pea Gravel Walkway: Pilihan paling sederhana dan termurah. Memerlukan penggalian minimal dan dapat diletakkan dalam bentuk apa pun.
- Batu Loncatan Batu Nisan: Elegan dan tahan lama, namun dapat hilang seiring berjalannya waktu jika tidak dipasang dengan benar.
- Jalur Bata: Klasik dan tahan lama, meskipun harga batu bata bisa lebih mahal daripada kerikil.
- Jalur Mulsa: Alami dan terjangkau, namun memerlukan pengisian ulang secara berkala.
- Pavers Beton: Pilihan yang tahan lama dan mudah perawatannya, meskipun pemasangannya bisa lebih menantang.
- Jalur Serpihan Kayu: Bersifat pedesaan dan hemat biaya, namun rentan terhadap pembusukan.
- Jalur Kayu Palet: Sebuah proyek penggunaan kembali yang kreatif, namun membutuhkan perakitan yang cermat dan tahan cuaca.
- Jalur Ban Daur Ulang: Pilihan ramah lingkungan, meskipun tampilannya mungkin tidak menarik bagi semua orang.
- Jalur Botol Kaca: Unik dan menarik perhatian, namun membutuhkan penempatan dan tepian yang hati-hati.
- Jalur Kerang: Ideal untuk taman pesisir, meskipun cangkang bisa licin saat basah.
- Jalur Jarum Pinus: Lembut dan alami, namun cepat terurai dan dapat menarik hama.
- Jalur Batu Sungai: Pilihan bertekstur dan menarik secara visual, namun permukaan tanah bisa jadi tidak rata.
- Jalur Pasir: Pilihan paling sementara, namun cocok untuk area bermain anak-anak.
Intinya
**Jalur taman DIY adalah cara yang dapat diakses untuk mempercantik
