Seiring dengan dimulainya tahun 2026, perubahan signifikan sedang terjadi dalam desain rumah: perpindahan yang disengaja menjauh dari tren yang kaku dan menuju interior unik yang bersifat pribadi dan bekas. Ini bukan sekadar pilihan estetika sekilas; Hal ini merupakan respons terhadap semakin jenuhnya dekorasi yang dihasilkan dan diproduksi secara massal oleh AI, dimana pemilik rumah secara aktif mencari ruang yang terasa nyaman, autentik, dan khas manusia.
Mengapa Sekarang? Penolakan Kesempurnaan
Selama bertahun-tahun, desain interior telah berubah melalui gaya-gaya tertentu – gaya rumah pertanian yang apik, minimalis yang steril, modern abad pertengahan. Namun menurut desainer interior Stephanie Calderon, hal ini sedang berubah. Tuntutan akan individualitas mendorong konsumen ke arah barang-barang hemat dan barang antik.
Pendorong utamanya sederhana: masyarakat sudah bosan dengan rumah yang menjual kue. Ketika AI membuat desain menjadi lebih efisien, hal ini juga berisiko menghilangkan kepribadian. Reaksi baliknya? Pelukan ketidaksempurnaan, karakter, dan cerita yang tertanam dalam barang bekas. Ini bukan hanya tentang keberlanjutan; ini tentang mendapatkan kembali rasa memiliki dan menolak tekanan untuk menyesuaikan diri.
Kepraktisan Belanja Barang Bekas
Daya tariknya jelas, namun penghematan tidak selalu bersifat intuitif. Ini memerlukan pola pikir yang berbeda dari menjelajahi toko ritel yang dikurasi. Calderon menyarankan untuk melakukan belanja barang bekas dengan niat.
- Kenali gaya Anda: Miliki gambaran umum tentang apa yang Anda cari, apakah itu pencahayaan, furnitur, atau aksen dekoratif.
- Inspirasi adalah kuncinya: Gunakan gambar referensi untuk memandu mata Anda. Warna, tekstur, atau bentuk apa yang selalu menarik perhatian Anda?
- Merangkul perburuan: Toko barang bekas dan mal barang antik tidak dapat diprediksi. Terkadang keajaiban terletak pada penemuan tak terduga.
Membuatnya Berhasil: Kohesi dalam Ketidaksempurnaan
Tantangan terbesar dengan dekorasi bekas adalah membuatnya terasa disengaja, bukan acak. Kuncinya adalah keseimbangan. Jika sebuah karya memiliki karakter yang kuat (misalnya, kursi antik yang sangat rusak), biarkan karya tersebut menonjol sambil menjaga elemen di sekitarnya tetap netral.
Calderon menyarankan untuk mencari benang merah – skala, nada, atau material – untuk menyatukan bagian-bagian yang berbeda. Permadani vintage yang ditempatkan dengan baik dapat menghiasi ruang yang eklektik, sementara palet warna yang kohesif dapat menyatukan furnitur yang tidak serasi.
“Barang-barang antik tidak akan terasa acak jika dikerjakan dengan baik; barang-barang tersebut terasa disengaja, berlapis-lapis, dan dikumpulkan seiring berjalannya waktu.”
Masa Depan Desain Rumah
Pergeseran ke arah dekorasi bekas lebih dari sekedar tren. Ini mewakili keinginan yang lebih dalam akan keaslian di dunia yang semakin artifisial. Dengan memperlambat, menerima ketidaksempurnaan, dan mengatur koleksi pribadi, pemilik rumah mendefinisikan ulang apa artinya menciptakan ruang yang benar-benar terasa seperti rumah sendiri. Gerakan ini menunjukkan bahwa pada tahun 2026, dan seterusnya, rumah yang paling bergaya bukanlah rumah yang paling sempurna – melainkan rumah yang mampu menceritakan sebuah kisah.


























