Tujuh Kesalahan Dekorasi Ruang Tamu yang Diperingatkan Para Desainer

Desainer secara konsisten mengamati kesalahan yang sama di ruang keluarga yang membuat ruangan yang dimaksudkan dengan baik terasa kuno atau berantakan. Dari permadani berukuran kecil hingga bahan buatan, pilihan dekorasi tertentu merusak perabotan termahal sekalipun. Berikut rincian tujuh kesalahan umum, menurut pakar industri, dan cara menghindarinya.

Karpet yang Tidak Pas

Permadani yang terlalu kecil untuk area tempat duduk sering kali merupakan kesalahan langkah. Desainer menekankan bahwa permadani harus menjadi penahan furnitur, bukan tampak hilang di bawahnya. Setidaknya kaki depan semua tempat duduk harus bertumpu pada karpet ; jika tidak, ruangan akan terasa terputus-putus. Ini bukan hanya tentang estetika: permadani dengan ukuran yang tepat secara visual mendefinisikan area percakapan dan membuat ruangan terasa lebih kohesif.

Proporsi Karya Seni Itu Penting

Seni dinding kecil menciptakan ketidakseimbangan. Jika potongannya terlalu kecil, ruangan akan terlihat belum selesai, atau orang akan mengimbanginya dengan menambahkan lebih banyak, sehingga mengakibatkan kekacauan. Solusinya adalah dengan memilih potongan pernyataan yang lebih besar atau, jika menggunakan banyak karya seni, buatlah pengaturan yang disengaja dan seimbang. Karya seni harus melengkapi skala dinding, bukan menghilang begitu saja.

Foto Keluarga: Kurasi, Jangan Tersebar

Personalisasinya bagus, tapi foto keluarga yang dipajang sembarangan bisa merendahkan harga kamar. Desainer lebih memilih foto candid daripada pose kaku dan menganjurkan bingkai yang kohesif daripada penempatan acak. Dinding galeri yang dikurasi dengan cermat terasa disengaja, sementara foto-foto yang tersebar tampak seperti renungan. Tampilan penuh perhatian meningkatkan sentimentalitas melebihi kelengketan.

Hindari Pencahayaan Overhead Sendiri

Mengandalkan hanya pada pencahayaan overhead yang keras adalah sebuah kelemahan besar. Jenis lampu ini tidak menarik dan membuat ruangan terasa steril. Sebagai gantinya, lapisi pencahayaan dengan lampu lantai dan meja. Peredup sangat penting untuk mengontrol kecerahan dan menciptakan suasana. Perlengkapan tunggal di atas sering kali mengaburkan ruangan, sementara pencahayaan berlapis menciptakan kedalaman dan kehangatan.

Lebih Sedikit Lebih Banyak: Kelebihan Aksesori

Meskipun gaya eklektik bisa berhasil, terlalu banyak motif yang bersaing menciptakan kekacauan visual. Aksesori yang berlebihan, beralih antara gaya modern, rumah pertanian, dan glamor, menghasilkan ruang yang membingungkan. Tujuannya adalah kohesi. Desainer merekomendasikan pengeditan tanpa ampun: jika ragu, hapus daripada menambahkan. Ruangan yang canggih seringkali minimalis.

Singkirkan Tanaman Tiruan

Bahkan tanaman palsu yang mahal pun berteriak “buatan”. Mereka tidak memiliki tekstur organik dan vitalitas tanaman hijau asli. Jika pemeliharaan menjadi perhatian, perancang menyarankan alternatif seperti kayu apung, rumput kering, atau bahkan batu yang ditata dengan cermat. Keaslian selalu mengalahkan kenyamanan dalam desain.

Bahan Alami Menang Dibandingkan Barang Palsu

Marmer palsu, kayu imitasi, atau cat semprot terlihat murahan dan kuno. Bahan alami – kayu, wol, linen, batu, kulit – mengembangkan patina seiring waktu dan menambah kedalaman. Hindari hasil akhir yang trendi seperti kuningan atau satin seragam, karena tidak memiliki karakter bahan asli. Keaslian adalah yang terpenting; bahan imitasi jarang menua dengan baik.

Pada akhirnya, kunci ruang tamu yang indah adalah intensionalitas. Menghindari kesalahan umum ini memastikan bahwa setiap elemen terasa disengaja dan berkontribusi pada ruang yang kohesif dan elegan.