Banyak pemilik rumah terburu-buru membeli furnitur baru saat mendekorasi ulang, namun desainer interior mengatakan solusinya mungkin sudah ada di rumah Anda. Barang-barang tertentu ternyata sangat mudah beradaptasi, dapat dipindahkan dengan mulus antar ruangan dengan sedikit usaha. Pendekatan ini tidak hanya menghemat uang namun juga mengurangi limbah, sejalan dengan tren keberlanjutan yang berkembang dalam desain rumah.

Pemenang Jelas: Kursi Samping

Para profesional desain sepakat bahwa kursi samping adalah perabot paling serbaguna. Biasanya kompak dan seringkali tanpa lengan, kursi ini dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam banyak ruang. Lara Apelian, pendiri Lara Apelian Studio, mencatat fungsi ganda mereka: keduanya sebagai tempat duduk praktis dan berpotensi menjadi karya seni pahatan.

“Kursi samping dapat berubah bentuk tergantung pada gayanya, misalnya dengan pelapis baru,” kata Maria Lomanto dari DesignGLXY Group.

Perubahan sederhana seperti melapisi ulang atau mempertahankan bingkai kayu dapat mengubah kursi samping agar sesuai dengan estetika apa pun. Kemampuan beradaptasi ini menjadikannya pilihan penggunaan kembali yang bernilai tinggi dan mudah dilakukan.

Kursi Aksen: Juara Kedua yang Bergaya

Kursi beraksen, yang didesain untuk menonjolkan kesan, juga menawarkan potensi penggunaan kembali yang signifikan. Berbeda dengan kursi samping yang sederhana, kursi beraksen hadir dalam beragam gaya (putar, sandaran sayap, laras) dan sering kali mencolok secara visual. Jessica Nicastro, pendiri Jessica Nicastro Design, menyoroti kemampuan mereka untuk menambah kepribadian pada ruangan mana pun.

Kursi beraksen vintage, khususnya, mempertahankan karakter unik sambil bertransisi dengan mudah antara kamar tidur, ruang tamu, atau pintu masuk. Seperti kursi samping, kursi ini dapat disesuaikan lebih lanjut melalui pelapis ulang atau pemolesan ulang agar sesuai dengan dekorasi yang berkembang.

Sebutan Terhormat: Meja Samping dan Ottoman

Selain kursi, meja samping dan ottoman juga menonjol karena keserbagunaannya. Meja samping, baik antik atau modern, dapat ditata dengan aksesori dan pencahayaan yang sesuai dengan ruangan mana pun. Ottoman berfungsi ganda sebagai pijakan kaki, tempat duduk tambahan, atau bahkan meja samping darurat.

Banyak ottoman yang mempertahankan warna netral dan bentuk universal, menjadikannya bunglon visual. Beberapa bahkan menyertakan penyimpanan tersembunyi, menambahkan fungsionalitas tanpa mengurangi kemampuan beradaptasi.

Menggunakan kembali furnitur bukan hanya tentang menghemat uang; ini tentang desain cerdas. Dengan memanfaatkan barang-barang yang ada, pemilik rumah dapat menciptakan interior yang kohesif dan dinamis tanpa berkontribusi pada konsumsi yang tidak perlu. Pendekatan ini menggarisbawahi tren gaya rumah yang berkelanjutan dan fleksibel.

попередня статтяPertemuan Laba-laba: Dari Kelompok Sementara hingga Koloni Langka
наступна статтяMenghapus Cat Kuku Dari Sofa Anda: Panduan Profesional Pembersih