Banyak rumah terasa lebih dingin karena pilihan desain, bukan termostat. Warna, bahan, dan gaya yang tepat dapat secara signifikan memengaruhi kehangatan dan kenyamanan suatu ruangan. Berikut lima penyesuaian sederhana untuk membuat rumah Anda lebih nyaman, menurut desainer interior profesional.

Bahan Lapisan untuk Kedalaman

Salah satu cara paling efektif untuk menghangatkan ruangan adalah dengan melapisi tekstur. Daripada menggunakan ruang yang datar dan kaku, gabungkan berbagai material untuk menciptakan kedalaman. Lindsey Jamison, Desainer Utama di Rumor Designs, menyarankan untuk menggabungkan ubin bata dengan warna netral krem.

“Ini menambah kehangatan organik melalui warna-warna alami. Kombinasinya netral namun kaya akan karakter, dengan ubin batu bata menawarkan penampilan abadi dan warna netral krem ​​​​menonjolkan fokus batu bata sekaligus meningkatkan suasana keseluruhan.”

Pendekatan ini menghindari dinginnya ruang minimalis dengan memperkenalkan elemen alami dan taktil.

Gunakan Warna yang Lebih Moodier

Warna yang lebih gelap dan kaya secara alami menciptakan suasana yang lebih nyaman. Alena Capra, Pemilik dan Desainer Utama di Alena Capra Designs, mencatat tren warna yang lebih dalam seperti hijau hutan, biru tua, dan merlot.

“Warna netral yang hangat sangat cocok untuk digunakan, namun saya juga melihat pemilik rumah tertarik pada warna yang lebih dalam dan murung seperti hijau hutan, biru tua, dan merlot.”

Memasangkan warna-warna ini dengan batu alam atau urat dramatis semakin meningkatkan kesan menarik. Tempat duduk berlapis kain atau built-in juga menyumbangkan kehangatan melalui tekstur.

Personalisasikan dengan Detail Bijaksana

Rumah yang benar-benar hangat terasa disengaja dan pribadi. Sentuhan kecil membuat perbedaan besar. Jamison merekomendasikan detail yang dipersonalisasi seperti kartu tempat tulisan tangan, serbet yang diikat, atau camilan kecil untuk tamu.

Hal ini mencegah kesan steril atau tidak orisinal, sehingga membuat pengunjung (dan Anda sendiri) merasa lebih diterima. Bahkan pertukaran perangkat keras yang sederhana pun dapat menjaga ruangan tetap terasa terkini dan hangat seiring berkembangnya gaya Anda.

Bekerja Dengan Arsitektur Rumah Anda

Daripada melawan fitur-fitur rumah yang sudah ada, para desainer merekomendasikan untuk menyempurnakannya. Baik itu pintu melengkung, trim, atau balok terbuka, lembutkan arsitektur alami dengan pilihan desain yang saling melengkapi. Capra menyarankan tempat duduk built-in, rak terintegrasi, atau tekstur yang kaya untuk mencapai hal ini.

“Ini bukan hanya tentang warna, ini tentang menggabungkan bahan-bahan dengan cara yang terasa pribadi, menarik, dan hidup.”

Fokus pada furnitur yang disesuaikan dengan ruangan dan mencakup detail arsitektur yang unik.

Hindari Tren Serba Putih

Estetika serba putih, meski bersih, bisa terasa steril dan tidak ramah. Desainer menyarankan untuk tidak melakukannya jika kehangatan adalah tujuannya. Sebaliknya, gunakan warna aksen dan bahan organik untuk membangkitkan kepribadian dan koneksi.

Jamison merekomendasikan untuk meninggalkan warna putih mencolok demi warna yang lebih berani dan lebih gelap yang terasa lebih alami dan menarik. Kuncinya adalah beralih dari gaya minimalis yang dingin ke arah pengalaman yang lebih hidup dan taktil.

Kesimpulan: Menciptakan rumah yang hangat tidak memerlukan renovasi mahal atau menambah panas. Perubahan desain yang sederhana—melapisi material, menggunakan warna yang lebih gelap, mempersonalisasi detail, bekerja dengan arsitektur, dan menghindari ruang putih yang steril—dapat membuat perbedaan besar. Perubahan ini menciptakan ruangan yang terasa menarik dan nyaman tanpa mengubah termostat.

попередня статтяTahan Rusa Taman Musim Dingin Anda: 7 Tanaman yang Tidak Akan Mereka Sentuh
наступна статтяPertemuan Laba-laba: Dari Kelompok Sementara hingga Koloni Langka